Steve Rubel's Three Digital Trends for the New Decade

Steve Rubel, Director of Insight Indonesia March presentation with special thanks to @Yoshife who uploaded the presentation on slidesharehttp://static.slidesharecdn.com/swf/player.swf

Corporate Social Media Guideline: Perlukah?

Indonesia telah dinobatkan sebagai negara ke 4 pengguna Facebook terbanyak dan ke 6 terbesar populasi Twitternya dengan pengguna melebihi 5 juta. Walaupun sangat populer, kebanyakan perusahaan tidak punya guideline kegiatan social media karyawannya. Dan, kalaupun ada tidak disosialisasikan dengan baik ke semua pegawai.

Kantor berita Inggris Reuters adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang punya guideline social media. Secara lengkap Reuters menjelaskan apa saja anjuran dan pantangan dalam menggunakan Social Media.

Beberapa waktu yang lalu InDiPR melakukan survey menggunakan freeonlinesurvey ke pengguna Social Media dan hasilnya hanya 5 persen responden berkata perusahaan mereka punya Social Media guideline dan 2 persen di antaranya mengaku peraturan tersebut diejewantahkan dalam bentuk tertulis dan disosialisasikan ke seluruh pegawai.

85 persen responden mengaku bahwa perusahaan tempat mereka bekerja menyadari pentingnya social media dan memperbolehkan pegawainya untuk menggunakan twitter, facebook, blog dan lain sebagainya di sela-sela kesibukan jam kantor. Bila kantor anda melarang anda untuk menggunakan social media menggunakan fasilitas kantor, anda termasuk minoritas 15 persen.

Read More…

Yahoo + Twitter = Google Buzz?

Sepertinya Yahoo! ingin juga punya semacam Google Buzz dan solusi mereka adalah bekerjasama dengan platform yang sudah kondang Twitter.

“The information in one single tweet can travel light years farther with this Yahoo integration,” kata sang pencipta Twitter Bizz Stone dalam siaran pers yang diterima The Los Angeles Times . “Tweets in more places brings relevance where and when you need it most.”

Kerjasama ini akan memungkinkan munculnya konten twitter di dalam jaringan Yahoo.

Pertama: Twitter feeds akan muncul di setiap service yahoo dari homepage dan e-mail dan seterusnya.

Kedua: pengguna yahoo juga bisa update twitter dan share content langsung dari Yahoo!

Ketiga: Hasil penulusuran Yahoo! juga akan memuat tweets begitu juga homepage YahooFinance YahooNews dan lain2 memuat tweet dan komentar orang.

Deal seperti ini sangat baik untuk Yahoo! untuk tetap relevan di dunia maya saat ini. Perbincangan ReadWriteWeb dengan Gigya CEO David Yovanno menekankan integrasi yahoo dengan social network.

Buat Twitter juga sama penting karena mereka akan unveiling an advertising platform, Dengan munculnya tweets di Yahoo, twitter mendapat exposure yang lebih besar dan advertising revenue.

Kenapa sih tolak RPM konten?

Belakangan RPM konten ramai menjadi buah bibir di twitter dan facebook. Para blogger pun menelaahnya dengan cermat. Dengan gamblangnya politikana memajang tajuk besar2 “Selamat Datang Lembaga Sensor Internet Indonesia.” Tak lama sebelum gerakan online ini tercium mainstream media.

Dimulai lewat tweet-tweet opinion leader, semua orang mengekor. Hingga gerakan #tolakRPMkonten menjadi sesuatu yang tidak lagi objektif, reaktif dan didasari ketakutan bahwa internet tidak akan sebebas dahulu.

Penting sekali kita telaah apa itu binatang yang bernama Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia.

Jika dilihat RPM ini melindungi para pengguna dari pornografi (pasal 3); internet gambling (pasal 4); merendahkan orang2 cacat fisik dan mental (pasal 5); hoax, penghinaan terhadap agama, suku, golongan dan ras (pasal 6), IP infringement dan identity theft (pasal 7).

This is the norm offline. Should it be the norm online?

Read More…

Indonesia, Asia's new Twitter Capital

The Toronto based, social media monitoring agency, Sysomos published its second ‘Exploring the Use of Twitter Around the World’ report and put Indonesia in the number six spot of twenty global ranking list of countries with the most users with 2.41 percent of all users of the service. The only other Asian country that made the top twenty list is the Philippines which ranked 15th with 1.08 percent .

Topping the list of Sysomos study is the United States with more than 62 percent of the total twitter users in the world. The study does not show exactly how many active users in each country. However, according to Twitdir website, Indonesia has more than 13,213 active users way below the US users of 89,860.

Based on the amount of activities Indonesia also ranked sixth in the world with 2.34 percent of the total twitter conversation. Singapore ranked 12th (0.88 percent), the Philippines 13th (0.85 percent) while Malaysia earned the 18th spot with 0.47 percent.

Jakarta is the sole Asian representative in the top twenty list of cities with 0.58% of Twitter users and 0.8% of Twitter activity. Topping the list of cities with the most users and activities is New York.

Throughout 2009, Indonesia’s twitter users had grown significantly while Indonesian related topics like the JW Marriott and Ritz Carlton suicide bombings and the death of local reggae artist Mbah Surip dominating conversations on the microblogging site.

Read More…

The Rise of Online Activism


Mulai dari gerakan mensupport autism sampai gerakan untuk menambah ruang terbuka public. Selamat datang di era online activism.

Secara teknik memulai online activism sangatlah mudah. Yang dibutuhkan adalah sebuah koneksi internet dan anda dapat segera membuat fan page atau cause page di facebook. Atau juga menggunakan twitter dengan membuat hash tag (#). Anda tidak perlu punya banyak friends di facebook ataupun twitter, anda pun tidak harus menjadi seorang blogger terkenal.

Namun apa yang menjadi benang merah dari online activism yang berhasil. Kenapa beberapa gerakan online lebih berhasil dari yang lain dalam menggaet banyak supporter. Lebih jauh lagi kenapa beberapa gerakan menimbulkan impact dan yang lain sepintas lalu saja. Untuk itu mari kita bedah online activism di Indonesia yang punya impact sangat kuat.

Prita Mulyasari
Hanya karena mengirimkan sebuah email tentang buruknya perawatan yang ia terima dari sebuah rumah sakit terkenal ke sebuah milis yang berisikan 20 anggota, ibu Prita harus mendekam di rumah tahanan selama hampir satu bulan. Tuduhan yang dilayangkan pihak rumah sakit adalah pencemaran nama baik. Berita tersebut sempat dimuat beberapa media masa, namun sampai ketika seorang blogger berinisiatif membuat cause page “bebaskan ibu prita mulyasari” orang-orang mulai menaruh perhatian kepada kasus ini.

Read More…

Yahoo! Meme masuk Indonesia dengan nama baru

Yahoo! Meme akan merambah Indonesia, sumber menyebutkan karena konotasi namanya yang sedikit (Ehm..) di bahasa Indonesia, Yahoo! akan mengubah namanya menjadi Yahoo! Mim. Karena memang bacanya “mim”

Meme adalah sebuah microblogging site yang mirip dengan Twitter. Awal mulanya application ini cuma tersedia di Portugal dan sejak beberapa bulan terakhir muncul juga di bahasa Spanyol dan Inggris.

Yahoo! telah menolak mentah2 bahwa Meme ikut2an twitter, salah satu perbedaan mencolok adalah lebih banyaknya karakter dalam satu post (2000 sementara twitter hanya 140). Banyak yang mengaku platform ini lebih baik untuk multimedia sharing dan cross-platform daripada twitter yang sangat terbatas. Meme juga menggabungkan pelbagai fasilitas seperti foto dan video dalam satu platform. Bandingkan dengan twitter yang punya apps terpisah untuk foto dan videonya. Singkat kata, its all one stop-one click publishing.

Tapi sayang sekali Mim masih sepi. Apalagi di Indonesia, kalau ada yang juga punya mim add saya yah di http://mim.yahoo.com/nivellism/

Dalam waktu bersamaan, Twitter juga mengumumkan kerjasama dengan provider AXIS dalam menyediakan Tweet via SMS (bukannya dari dulu udah bisa yah?). Tetapi kalau dulu kita dikenakan tarif SMS international ke inggris, sekarang pengguna axis cukup SMS “START” ke 89887 dan tarifnya lokal tentunya.

Nivell is a Viral Communicator for InDiPR. He tweets at http://twitter.com/nivellism

Digital PR: Grunig’s Ideal Platform in Achieving Excellence in Communications

Tahun ini InDi sangat beruntung bisa bekerja dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidang Digital Public Relations dan juga sangat beruntung dapat berbagi keahlian kami dengan beberapa klien.

Sudah mulai banyak perusahaan yang mulai memahami pentingnya Digital Public Relations. Kalau di awal tahun menjelaskan apa itu digital, bagaimana kerjanya dan bagaimana efeknya terhadap reputasi perusahaan merupakan tugas yang tidak mudah, sekarang kami lebih bekerja keras pada strategi, taktik dan kreatifitas untuk meyakinkan mereka. Kalau awal tahun kami sering menghadapi orang2 yang mungkin saja tidak punya akun facebook dan sudah terbiasa menggunakan traditional media sekarang kami menemukan reaksi2 seperti “memang ini yang saya cari.”

Seperti halnya pedagang kaki lima ramai berdatangan ke kerumunan orang walaupun itu demo atau tempat bencana, perusahaan cenderung menggunakan platform2 yang sering digunakan masyarakat. Kalau dulu perusahaan2 punya akun facebook, sekarang setelah twitter mulai populer mereka pun berbondong bondong merambah microblogging site itu.

Read More…

Intro to Digital PR, University Presentation

Digital PR people will talk about Prita for a looongg time

Adalah Prita Mulyasari, ibu dengan dua anak, harus rela mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan.

Pasien mana yang ingin diperlakukan tidak baik? Itu yang dirasakan Prita ketika dirawat di UGD 7 Agustus 2008. Merasa keluhannya diacuhkan ia kirim email ke mailing list dan surat pembaca ke detik.com

Lalu keluhan Prita menyebar seperti virus. Keluhannya kemudian beredar ke berbagai milis dan forum internet, bahkan muncul di berbagai blog. Coba google “RS Omni” yang keluar bukan website Omni tapi cerita Prita dan keluhannya.

Instead of engaging dengan Prita. Mereka menempuh jalur hukum, apalagi kalau bukan jurus “pencemaran nama baik”. Sebuah jurus yang sepertinya bisa melegitimasi apa saja. Saya cuma berharap PN Tangerang dapat melihat kasus ini dengan bijak, dan membebaskan Prita dari segala tuduhan.

Kalau sampai dihukum, yang terancam adalah semua hak konsumen untuk menyatakan pendapat, kritik dan saran. Pesan saya simple: buat apa ke rumah sakit yang tak mau mendengarkan kritik dan saran dari konsumennya.

Kasus ini sudah saya baca beberapa hari yang lalu di detik.com, dan http://vivanews.com dan kemudian saya temukan lagi dihttp://virtual.co.id, tadi saya baca twitter dan dua teman saya mengundang saya masuk facebook cause, dan ternyata sudah ada 5000 orang terdaftar di sana. Status teman2 saya juga “Prita this” “Prita that”

Berita yang satu ini bukan menunjukan betapa rendahnya kepedulian produsen kepada media online, kepada good corporate governance, kepada prinsip2 kehumasan. Berita yang satu ini bukan menunjukan betapa rendahnya kepedulian produsen kepada konsumen….titik.

Kasus studi ini akan menjadi pelajaran menarik di sekolah2 kehumasan di Indonesia, bertahun2 ke depan. Bertahun-tahun-tahun-tahuuuuunnnn ke depan.

Kalau InDiPR handle RS Omni, saya akan omong baik2 dengan ibu Prita, cut out a deal. Minta dengan hormat ibu Prita untuk tulis di milis yang sama bahwa masalahnya udah selesai, Lalu saya akan forward email Prita ke milis2 lain, forum dan tinggalkan komen di blog2 tersebut. Everybody’s happy. Total cost: a big smile, VIP treatment, lunch out, some time and patience, a laptop with a good internet connection. ROI: problem is solved, Prita actually recommends her friends to go to Omni.

Yang dilakukan Omni adalah jalur hukum. Total cost: expensive lawyer’s fee, case that drags on for months, a big headache, a drop in patient, losses in potential patient, bad image, a reputation as a hospital that doesn’t care. ROI: none.

Nivell is a Viral Communicator for InDiPR. He tweets at http://twitter.com/nivellism

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.