Indonesia telah dinobatkan sebagai negara ke 4 pengguna Facebook terbanyak dan ke 6 terbesar populasi Twitternya dengan pengguna melebihi 5 juta. Walaupun sangat populer, kebanyakan perusahaan tidak punya guideline kegiatan social media karyawannya. Dan, kalaupun ada tidak disosialisasikan dengan baik ke semua pegawai.
Kantor berita Inggris Reuters adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang punya guideline social media. Secara lengkap Reuters menjelaskan apa saja anjuran dan pantangan dalam menggunakan Social Media.
Beberapa waktu yang lalu InDiPR melakukan survey menggunakan freeonlinesurvey ke pengguna Social Media dan hasilnya hanya 5 persen responden berkata perusahaan mereka punya Social Media guideline dan 2 persen di antaranya mengaku peraturan tersebut diejewantahkan dalam bentuk tertulis dan disosialisasikan ke seluruh pegawai.
85 persen responden mengaku bahwa perusahaan tempat mereka bekerja menyadari pentingnya social media dan memperbolehkan pegawainya untuk menggunakan twitter, facebook, blog dan lain sebagainya di sela-sela kesibukan jam kantor. Bila kantor anda melarang anda untuk menggunakan social media menggunakan fasilitas kantor, anda termasuk minoritas 15 persen.
Kebanyakan setuju social media meningkatkan mutu pekerjaan mereka walau mengakui bahwa social media dapat mengurangi efektifitas waktu. Networking adalah alasan utama social media membantu pekerjaan mereka dan sebagian menganggap platform ini sebagai sarana yang tepat untuk memperoleh industri related news dan insiders’ scoop dari competitor. Bahkan ada beberapa yang melakukan tes marketing melalui social media.
Hampir 20 persen responden mengatakan kegiatan social media diawasi oleh atasan mereka. Beberapa di antaranya mengaku pernah mendapat teguran karena apa yang mereka tulis di status Facebook dan Twitter ataupun blog mereka.
InDiPR juga mengkompilasikan beberapa peraturan internal social media dan kesimpulan yang dapat kami tarik adalah:
You are a corporate ambassador
Meskipun blog, facebook dan twitter anda adalah pribadi apa yang anda tulis adalah cerminan anda dan perusahaan anda. Representasikan diri anda sebaik mungkin, tunjukkan bahwa anda adalah orang yang punya insight lebih di bidang anda. Anda punya opini terhadap industry related news yang berbeda dari perusahaan? Boleh-boleh saja tetapi jelaskan bahwa pendapat ini pendapat pribadi.
Engage your stakeholders
Punya joke…berbagilah! Punya pengalaman lucu dan unik…berbagilah! Sapalah teman2 lama, klien, vendor dan sesama pegawai. Jangan update sesuatu yang menyinggung SARA atau melanggar norma-norma kepatutan. Bila ada yang tersinggung bukalah dialog yang seimbang. Jangan bawa perseteruan online ke offline.
Online is a public domain
Ingat, walaupun anda menganggap Facebook, Twitter dan Blog adalah sesuatu yang pribadi, semua informasi yang anda beberkan adalah hak milik publik. Follower anda tidak hanya teman kantor – kecuali kalau memang sengaja – tetapi juga pers, kompetitor, investor, konsumen dan lain sebagainya.
Hati-hati dan pilah-pilah informasi apa yang dapat anda berikan apalagi yang berkaitan dengan rencana strategis, rahasia dapur dan gosip kantor. Kadang-kadang hal remeh seperti “Duh, ini anak baru belagu amat sih” bisa disalah-artikan “wah, sekantor aja gak solid” atau “meeting sama klien resek banget” bisa diinterpretasikan “do I want to do business with this type of people?” Bila ragu, konsultasikan dengan atasan anda.
There you have it. What’s your company’s social media guideline?
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI

Wow surprisingly .. beneran survey ya
mantaps… berhubung companynya soal internet marketing. Pasti punya dong